seseorang berkata : dia berteman dengan aku karna ada maunya, dan itu membuat dia semakin angkuh dan menyampaikan pemikirannya kepada yang lain, dan membuat orang terhasut olehnya.
dan menurutku pemikirannya benar cuma dia salah mengartikannya,karna menurutku pada dasarnya kita berteman atau bergaul dengan seseorang pasti ada maksud dan tujuan, jadi sangat egois jika ada yang berkata "gw temenan sama orang tulus". karna tulus itu tdak mengharapkan imbalan apapun baik itu balasan materi maupun ucapan terimakasih. karna setelah beberapa bulan kemudian yang aku lihat adalah dia seperti orang yang dia bicarakan. lain didepan lain dibelakang, tapi aku berharap aku salah, tapi yang kurasa adalah dia "muna". ternyata dia tidak seperhatian yang dia ungkapkan, " klo gw begini dan klo gw begitu" itu semua hanya alibinya untuk menjadi seorang teman yang baik. "ini-itu" itu semua omong kosong.

5 Comments

  1. eka yang cantik...
    masing2 orang punya berbagai macam cara menginterpretasikan arti berteman, berteman dengan tulus pd dasarnya memang tidak mengharapkan apa2, tp bukan berarti kita tidak saling menolong, saling berbagi, saling mendengarkan, saling mengerti...dll

    dan wlo pun berteman ato bersahabat, kadang masing2 punya masalah hidup dan privacy sendiri yg tidak semua bisa dibagi wlopun itu sahabat sendiri...dengan alasan yg berbagai macam...

    tugas kita sebagai teman/sahabat dimanapun posisi kita, tetap men-support, mengerti, menghargai dan menghormati...

    pertanyaannya adalah bagaimana kita menjadi teman/sahabat sejati, bukan bagaimana dia menjadi teman/sahabat sejati?

    life more colorfull because of that, life so beautiful in Jesus way...amen ^_^

    makasih udah masih menjadi teman yg baik bagi gw ka ^_^...
    Jbu dan ur fam...^_^

    ReplyDelete
  2. wow komennya dalem euy hehehehe...tiap orang pasti ingin punya sahabat, tapi ga semua orang bisa pertahankan persahabatannya krn pasti ada perbedaan di dalamnya yg satu merasa dia ga peduli lg ga seperti dl lg dan yg satu pun berpendapat dia berubah krn ga selamanya harus tentang dia dia dia!bener bgt ya seperti yg di bilang "bagaimana kita menjadi teman/sahabat sejati, bukan bagaimana dia menjadi teman/sahabat sejati?

    ga ada manusia yg bisa menjadi sahabat sejati pasti ada keegoisan n ketidaksempurnaan didalamnya beda sama Jesus...He is best of the bestfriend for all...thank jg pernah jadi sahabat terbaik gw :-)GBU

    ReplyDelete
  3. semua ada masanya...^_^
    perubahan pasti terjadi, dan menjadi manusia yg lebih baik bagi Tuhan saja itu yg terpenting...
    jangan bertanya knp dan knp?tp merubah sudut pandang jangan bertanya knp, bertanyalah apa yg kita sudah lakukan buat TUHAN, keluarga dan sesama...^_^

    dalam artikel eka yg bulan april, itu bener2 menyentuh keimanan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu, bertekunlah dalam doa, semua akan indah pada waktunya...

    kurangi bersungut2 dan mengeluh...krn Tuhan tahu yang terbaik buat kita dan tak akan lebih cepat maupun terlambat memberi...amin ^_^

    ReplyDelete
  4. yupz bener semua udah diatur tinggal gimana ngejalaninnya :-)

    ReplyDelete
  5. all : ia,tapi karna bertemu dia gw jadi lebih paham tentang kehidupan,dan makin banyak mengerti banyak orang, dan sesuai kalimat ini ** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita ** suka bangat kalimat ini,ini gw ambil dari kirimannya wenty,hati dan otak gw lebih kebuka saat baca kalimat ini. dan menyimpulkan " INILAH HIDUP" tinggal gimana ngejalaninnya aja,,,

    ReplyDelete