Bali, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki disana. Pada pukul 20.35  waktu Bali. Pesawat yang kami tumpangi mendarat di bandara Ngurah Rai, Sesampainya disana kamipun langsung berfoto agar bisa pamer di blackberry messanger,,,(hehehe tetep narsis penyakit bikin iri orang lain). Sebenarnya engga gampang kami bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata ini, Banyak perjuangan yang kami lalui, kami sudah memimpikan Bali 3 tahun yang lalu. Dan kami pun mulai melakukan pencarian tiket murah yang dilalukan oleh wenty, setahun yang lalu kami dapet dapat tiket yang  600rb pulang-pergi, kami langsung membelinya. Sampai pada waktu-waktu mendekati keberangkatan kami bertengkar, mungkin karna jarang bertemu kami jadi sulit memahami sifat masing-masing, ternyata banyak yang berubah seiring berlalunya waktu. Tapi akhirnya semua beres. tenang,,,,,, rasanya kami tetep ke Bali bertiga.





Hari H, tepat tanggal 26 juli 2011 kami mau berangkat, kami berangkat terpisah saya berangkat dari kosan saya di daerah Kebon Jeruk kalina dan wenty dari Bekasi. Tapi ntah bagaimana, saya sudah dalam perjalanan ke bandara wenty telp saya dan mengatakan dia gak jadi ikut kebali,, waw,,,,,,sumpah saya sangat kaget sekali sampai saya menitikkan air mata. Ternyata di dikarena oleh kalina yang datang terlambat padahal dia sudah menitipkan barang-barangnya dirumah wenty tapi orang nya  gak tau pergi kemana dan wenty sangat marah dan entah apa aja yang dia ucapkan untuk meluapkan kekecewaannya mungkin dia sedang badmood hingga gampang sekali emosi. Dengan berbagai cara saya membujuk wenty agar jangan ngambek lagi termasuk memohon kepada mamanya agar membujuk dia. Untungnya dia mau tetap melakukan perjalanan setelah saya memohon sedemikian rupa dan demi mimpi kita bersama untuk pergi kebali,  sedangkan kalina berutang penjelasan kepada saya dan wenty kenapa dia sampai terlambat. Akhirnya dengan memohan kepada bapak saya mereka diantar kebandara soekarno hatta bener-bener dengan suasana tidak mengenakkan ( terima kasih bapakku sayang).  Sesampainya di Bali semua letih hati hilang sudah terbayar dengan pemandangan Bali yang sangat indah,,,,,.


Demi menghemat biaya kami menginap dirumah uda/paman saya di daerah Nusa Dua, kami sih bisa irit biaya tapi boros waktu karna dari Nusa Dua ke tempat wisata lainnya sangat sangat jauh sekali. Dalam  satu hari kami mengujungi 2-5 tepat sehingga kami hanya foto-foto saja. Bali adalah kota tanpa angkutan umum tapi tetep macet merajalela engga ada bedanya dengan Jakarta yang sumpek.
Hari pertama : kami mengunjungi UC silver itu adalah tempat penjualan perhiasan yang sangat-sangat cantik dan harga yang sangat sangat mahal juga,,,hehehe akhirnya saya hanya beli anting-anting yang sangat kecil sekali, wenty membeli anting-anting dan cincin untuk Arjen keponakannya. Lalu kami ke Kintamani disana kami hanya makan siang sambil melihat pemandangan yang sangat indah pegunungan dan laut, sungguh sangat indah. Dalam perjalanan pulang kami melihat pemandangan yang sangat indah untuk dijadikan background untuk berfoto ria kami pun berhenti untuk berfoto tujuan kami selanjutnya adalah Ubud, disana kami banyak bertemu turis-turis kata adik saya Ani yang sudah menetap dibali, sekarang lagi musim turis Singapura dan Australia. Dan baru itu saya tau kalau ada musim-musim bule berlibur. Dan kata adik saya lagi kalau bule Australia dan singapura rata-rata adalah bule kere karna katanya mereka kebanyakan adalah kuli atau supir bis dinegaranya, dan gara-gara itu setiap liat bule saya akan bertanya kira-kira itu bule apa ? apalagi kalau tuh bule berotot saya langsung membayangkan tuh bule adalah kuli panggul dipasar tradisional padahal tadinya rencana saya mau cari bule disana tapi gak jadi karna lagi musim bule kere,,,,hehehehe. Lalu kami mampir sebentar ke Sanur sekedar hanya berfoto ria.


 
Hari berikutnya kami mengunjungi berbagai tempat –tempat yang terkenal di Bali,seperti WGK disini kami mengambil air suci untuk diminum, Pantai padang-padang dan Dream land kami berenang disini tapi kami merasa jadi orang asing karna kebanyakan bulenya daripada lokalnya dan akhirnya kami hanya berani dipinggir-pinggir aja, pantai kuta kami melihat sunset dengan makan pisang goreng,pantai nusa dua kami naik banana boat ( gratis boooooo),dan tanah lot, kami juga ke tempat yang dulu bom bali terjadi. Kejadian lucu disana, jalanan sangat macet dan setiap bar yang dipinggir jalan dipenuhi banyak pengunjung terutama bule-bule, karna itu saya,wenty, ani dan lia memutuskan untuk berjalan kaki sekaloan cuci mata,,,,hehehe, sedangkan kalina setia menemani pak supir di mobil. dengan pede aku dan wenty membawa mix max yang tadi kami beli di alfamart, maksud hati biar keren eh si ani complain, yakin kak mau bawa itu, disini minuman kyk gitu minuman buat anak SMP,,,gubrak saya malu.

Kami juga tidak melewatkan wisata kuliner, babi guling adalah pilihan kami itu rekomendasi dari tante saya katanya sih enak banget.  Setelah kami main banana bout di pantai Nusa Dua kami Semangat 45 menghampiri rumah makan babi guling yang katanya enak banget, kami memesan menu utamanya dan antriannya benar-benar panjang sekali, saya sudah tidak sabar untuk menyantapnya. Akhirnya makanan kami sudah disiapkan dan saya langsung menyantapnya dan ternyata makanannya benar-benar sangat tidak enak,,,,, hadoh ini bukan selera lidah saya, hanya pedas dan entah rasa apalagi yang pasti sangat terpaksa menelannya karna saya sudah kelaparan.
Malam terakhir kami disana, om saya mengundang kami ke tempat kerjanya sekalian mau ngenalin temannya om yg belum nikah ke kalina, om saya penyanyi/pengamen di Bali collection. Karna bête nunggu om istirahat kami jalan-jalan mengelilingi Bali collection, kami melihat ada syuting film disana, ada artis cewe tapi kami tidak tahu namanya tapi kenal dengan wajahnya, adik saya Ani ngotot mau minta foto bareng akhirnya kami mengikuti si artis cewe ke ruang ganti, tapi ditengah jalan Ani manggil saya “ kak itu kan Mike Lewis, foto ama dia yuk “ katanya, saya langsung balik kanan melihat dan ternyata benar itu Mike lewis. Akhirnya kamipun berfoto bersama artis tersebut.
  


tanggal 30 Juli, kami kembali ke Jakarta dengan dengan mimpi masing-masing, kalina berharap bisa kembali ke Bali dan menetap disana, wenty akan kembali lagi tahun depan ke Bali bersama keluarganya dan saya entah apa yang saya mau dengan Bali, saya tidak terlalu terkesan kesana lagi mungkin karna dari awal keberangkatan hati saya sudah capek. Padahal sebelum ke kesana, Bali adalah tujuan utama saya merantau setelah lulus kuliah dan kalau belum nikah atau belum ada yang menahan saya untuk tetap diJakarta, tapi sekarang semua berbayang. Tapi yang pasti Bali adalah pulau indah….



























0 Comments